Selasa, 24 Desember 2013

Untuk apa 35 menteri berbanding 31 pada 2008

0 komentar

Harakahdaily, 16 Mei 2013
KUALA LUMPUR: “Untuk apa kita mempunyai 35 menteri berbanding hanya 31 menteri pada tahun 2008?” tanya penganalisis politik, Prof Madya Datuk Dr Mohammad Agus Yusoff di dalam Facebooknya. 

Menurutnya, Kabinet Jepun dan AS cuma ada 16 dan 18 menteri sahaja; United Kingdom 23, Bolivia 27 dan Belgium 21 menteri kabinet. India pula dengan 1.1 bilion penduduk hanya mempunyai 32 menteri kabinet.

“Adakah Malaysia dengan jumlah menterinya yang ramai lebih baik dan lebih maju dari negara-negara di atas?” tanya beliau lagi.
Berikut ialah pandangan beliau.
Apabila PM DS Najib mengumumkan barisan kabinetnya, maka penganalisis yang bersetuju dengan barisan ini menyatakan inilah kabinet transformasi terbaik, kabinet gabungan muka baru dan lama, dan kabinet yang mampu melonjakkan negara ke depan untuk menghadapi saingan globalisasi.

Bagi yang tidak bersetuju pula menyatakan inilah kabinet DS Najib untuk menghadapi pemilihan Umno tahun ini, kabinet kitar semua dan kabinet kayu mati yang mudah dimakan anai-anai.
Saya tidak ada masalah dengan barisan kabinet ini. Mereka yang dilantik adalah hebat.


Namun, yang menjadi masalah kepada saya ialah bilangan kementerian dan menterinya yang ramai. Untuk apa kita mempunyai 35 menteri berbanding hanya 31 menteri pada tahun 2008? Kabinet Jepun dan AS cuma ada 16 dan 18 menteri sahaja; United Kingdom 23, Bolivia 27 dan Belgium 21 menteri kabinet. India pula dengan 1.1 bilion penduduk hanya mempunyai 32 menteri kabinet. Adakah Malaysia dengan jumlah menterinya yang ramai lebih baik dan lebih maju dari negara-negara di atas?


Meskipun Perlembagaan tidak menetapkan bilangan anggota kabinet, kita perlu bandingkan saiz kabinet Malaysia dengan kabinet di negara-negara lain. Kewujudan kementerian dan menteri adalah untuk menyempurnakan tugas dalam mentadbir negara, bukannya sebagai ganjaran kepada kawan-rakan yang menang.
Read more ►

Sabtu, 23 November 2013

Apa Bagaimana Sebenarnya Cuci Otak itu

0 komentar
Apa & Bagaimana Sebenarnya Cuci Otak itu?
Akhir-akhir ini, cuci otak atau brainwash menjadi salah satu tema pembicaraan di masyarakat kita. Setelah beberapa bulan lalu tema ini mengemuka akibat praktek ini diduga digunakan aktifis Negara Islam Indonesia (NII) untuk mencari kader. Kini, praktek itu disinyalir sedang dilakukan kepada M. Nazaruddin untuk menghanguskan fakta-fakta terkait korupsi yang diketahuinya. Lalu, apa dan bagaimana sebenarnya praktek cuci otak itu?
Cuci otak merupakan sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan bahkan kepercayaan tertentu menjadi tata nilai baru. Praktek ini telah dikenal dan dipraktekkan sejak sebelum Perang Dunia II. Saat itu, praktek ini menjadi modus utama bagi tentara Jerman untuk menumbuhkan dan mengkokohkan semangat para prajurik sejak masih remaja untuk membentuk mental prajurit yang tahan banting, loyal dan selaras dengan haloan Partai NAZI saat itu. Saat itu, praktek cuci otak dilakukan dengan metode ilmiah dengan melibatkan psikolog. Para psikolog itu sebenarnya juga punya kepentingan, yakni menjadikan para prajurit itu sebagai ‘kelinci percobaan’ atas temuan-temuan ilmiah terbarunya seputar ilmu psikologi.
Semua metode cuci otak yang digunakan saat itu pada umumnya membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menanamkan ide tertentu kepada seseorang atau komunitas yang hendak dicuci otak. Secara praktis, metodenya biasanya dengan memberikan banyak fakta yang bisa diterima oleh otak seseorang yang hendak dicuci otak, kemudian menyusupkan satu ide yang hendak ditanamkan. Sehingga, ide itu kemudian diterima sebagai sebuah kebenaran sebagaimana fakta-fakta itu dan lalu mengendap di pikiran bawah sadar mereka. Cara lain yang lebih modern juga biasanya dengan memasukkan informasi-informasi yang sudah disusupi ide tertentu melalui sarana audio-visual dan bersifat terfokus. Hipnotis dengan memasukkan sugesti-sugesti tertentu yang di dalamnya diselipkan ide-ide tertentu juga bisa menjadi metode lain dalam praktek pencucian otak.
Biasanya, sejak dulu cuci otak digunakan sebagai metode untuk menumbuhkan semangat juang dan solidaritas kelompok. Namun, entah kenapa kini menjadi semacam modus penghilangan bukti.
Read more ►
 

Copyright © spent my time Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger